Telah difitrahkan kepada kita, sebagai manusia, akan berasa resah untuk perkara yang tidak benar dan merasa tercari-cari akan ketenangan dan kebaikan.
Pernah suatu situasi, antara akal dan hati seolah berkelahi.
Mana satu yang harus diikuti?
Saat itu, bertanya pada sudut hati yang paling dalam. Adakah kita berasa tenang akannya?
Jujurlah dengan diri sendiri.
Hidup kita bukan terhenti setakat ini. Setiap gerak geri ada catatan dikanan dan kiri.
Jangan takut dengan kehilangan keduniaan. Tapi takutlah andai hilang arah disaat berjalannya penghisaban.
Allahu, tetapkan hati ini dalam iman. Jangan diragut rasa ini.
No comments:
Post a Comment